Pelatihan Penguatan Kapasitas, DPMD : Perangkat Desa Harus Siap Layani Warga
Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi Aparatur desa yang digelar DPMD Kukar. (pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Desa bukan sekadar struktur pemerintahan
di tingkat paling bawah. Ia adalah garda terdepan dalam pelayanan publik,
tempat masyarakat menggantungkan harapan akan pelayanan yang cepat, transparan,
dan manusiawi.
Kesadaran inilah yang
mendorong Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara
(Kukar) untuk terus memperkuat kapasitas aparatur desa melalui pelatihan
berkelanjutan.
Kepala Dinas DPMD
Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa pelayanan publik yang efektif dimulai dari
aparatur yang kompeten dan berintegritas.
“Kami ingin
memastikan setiap perangkat desa benar-benar siap melayani masyarakat dengan
prinsip transparansi dan akuntabilitas. Pelayanan yang baik hanya lahir dari
aparatur yang memahami tugasnya,” ujarnya saat diwawancarai Rabu (08/10/2025).
Diungkapkannya di
tahun 2025 ini DPMD Kukar juga telah menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas
Aparatur Pemerintah Desa di Tenggarong. Kegiatan ini diikuti 33 peserta dari 26
desa yang tersebar di 10 kecamatan.
“Mereka merupakan
perangkat desa pilihan yang disiapkan untuk menjadi motor penggerak tata kelola
pemerintahan desa yang profesional dan adaptif terhadap tantangan zaman”
katanya.
Arianto juga
memastikan bahwa selama pelatihan bukan hanya sekedar formalitas, ia menekankan
peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga diajak berdiskusi dan
berlatih langsung. Hal ini sebagai upaya membangun rasa tanggung jawab bagi
para aparatur desa kepada masyarakat.
“Materi yang
disampaikan dalam pelatihan beragam,
mencakup kebijakan prioritas pembangunan desa, perencanaan berbasis kebutuhan
warga, pengelolaan keuangan dan aset desa, kewenangan desa, hingga strategi
pencegahan stunting yang melibatkan masyarakat,” jelas Arianto.
Menurut Arianto,
pendekatan interaktif ini penting agar peserta tidak hanya memahami regulasi,
tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks lokal masing-masing.
“Setiap desa punya
tantangan yang berbeda. Karena itu, pelatihan harus memberi ruang untuk
bertukar pengalaman dan mencari solusi bersama,” terangnya.
DPMD Kukar menilai
kegiatan semacam ini sebagai bagian dari pembinaan aparatur desa secara
berkelanjutan. Bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menanamkan
semangat melayani dengan visi yang lebih luas yakni menjadikan desa sebagai
pusat inovasi sosial dan ekonomi.
Tak hanya fokus pada
aspek administrasi, Arianto menyebut berbagai pelatihan bagi perangkat desa
juga menumbuhkan kesadaran baru tentang peran strategis desa dalam
menanggulangi isu-isu sosial seperti kemiskinan, kesehatan, dan lingkungan.
Aparatur desa diharapkan mampu menjadi motor perubahan yang lebih proaktif dan
solutif.
“ Dengan pelatihan
yang rutin dilakukan, kita DPMD Kukar berharap perangkat desa semakin siap
menjadi pelayan publik sejati yang tidak hanya menjalankan tugas administratif,
tetapi juga membangun kepercayaan dan kesejahteraan di tingkat akar rumput,”
tutup Arianto. (Adv/Tan)